Kabar Kalteng

Posko Penanganan Darurat Perkuat Upaya Penanggulangan Karhutla di Kalteng

yl
Posko Penanganan Darurat Perkuat Upaya Penanggulangan Karhutla di Kalteng

Hai Kalteng - Palangka Raya - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diintensifkan. Melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), pemerintah bersama seluruh unsur terkait mengoptimalkan upaya pemadaman dan penanggulangan karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, Minggu (20/9/2026).

Berdasarkan Laporan Harian SIRINE Karhutla Kalteng per 20 September 2026, sebanyak 10.700 personel gabungan disiagakan di seluruh Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) dan regu pemadam darat di wilayah Kalimantan Tengah. Personel tersebut terdiri atas unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Satpol PP, relawan, organisasi perangkat daerah (OPD), serta kelompok masyarakat. Selain kekuatan personel di darat, penanganan karhutla juga didukung enam unit helikopter water bombing dan satu unit pesawat. Armada udara tersebut digunakan untuk mendukung pemadaman melalui water bombing, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta patroli udara guna memantau perkembangan titik api dan kondisi lapangan.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla Kalteng)

Posko Penanganan Darurat Perkuat Upaya Penanggulangan Karhutla di Kalteng

Dalam 24 jam terakhir, tim gabungan telah menangani 64 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Sementara itu, dalam kegiatan pemadaman harian, tim/regu Posko Krisis bersama relawan gabungan di lapangan tercatat telah melakukan pemadaman karhutla dengan total luasan mencapai 35,11 hektare. Hingga pukul 18.00 WIB, ribuan titik hotspot dan puluhan kejadian karhutla baru masih terdeteksi, dengan luasan area terbakar mencapai ratusan hektare. Titik hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, dan Kota Palangka Raya. Adapun kejadian karhutla harian terbanyak tercatat di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kondisi atmosfer yang relatif kering juga masih menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi musim kemarau serta pengaruh El Niño kategori sangat kuat turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran dan potensi meluasnya sebaran kabut asap.

Di sisi kesehatan, pemerintah daerah telah menyediakan 169 lokasi Rumah Oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak asap karhutla. Fasilitas tersebut tersebar di 13 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalimantan Tengah, dengan memanfaatkan jaringan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, rumah sakit rujukan, puskesmas, serta posko penanganan karhutla di tingkat kelurahan dan kecamatan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat sinergi seluruh unsur dalam menghadapi kondisi karhutla. Kesiapsiagaan 10.700 personel gabungan yang didukung armada udara menjadi bagian dari strategi penanganan terpadu untuk mempercepat pemadaman, mencegah meluasnya kebakaran, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak karhutla.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap, terutama terhadap kesehatan. Warga yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan, diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Penanganan karhutla membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh pihak. Sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat untuk mengendalikan karhutla serta meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah. (Sumber : Diskominfo Kalteng)